PENIPUAN DI INDONESIA: KASUS HARTA SOEHARTO

PENIPUAN DI INDONESIA: KASUS HARTA SOEHARTO

Jika sebelumnya saya membahas tentang harta Soekarno, sekarang ada juga kasus penipuan yang berhubungan dengan harta Soeharto atau harta Orde baru.

 

Presiden Soeharto

Presiden Soeharto

 

Dikisahkan bahwa pada saat Pak Harto lengser, ada sekian triliun uang rupiah polymer (uang plastik dengan nilai 100ribuan) yang tertahan dan tidak bisa dikeluarkan karena belum mendapat persetujuan dari Bank Indonesia untuk dikeluarkan. Dikisahkan bahwa uang ini sedang diusahakan keluar dan jika ada yang tertarik untuk memperlancar supaya uang polymer ini bisa cepat keluar akan dapat imbalan cukup besar.

 

Uang Seratus Ribu

Uang Seratus Ribu

 

Trik lain menyatakan bahwa uang-uang ini, karena tidak bisa dikeluarkan akan dihargai dengan nilai dollar AS yang cukup tinggi. Jadi yang tertarik untuk menukarkan dollarnya dengan uang ini pasti akan memperoleh uang dalam jumlah yang lebih tinggi daripada penukaran di money changer. Kemudian uang ini karena masih dapat ditransaksikan dapat dimasukkan ke dalam rekening bank seperti uang biasa.

Untuk lebih menarik minat korban, penipu akan membawa korban ke lokasi gudang yang luas sekali dan dijaga oleh tentara. Di dalam gudang itu ada peti-peti besar yang saat salah satunya dibuka isinya uang polymer tersebut. Korban akan lebih meyakini bahwa ini benar-benar uang polymer yang tertahan dan tidak bisa dikeluarkan.

Transaksi kemudian akan dilakukan di tempat-tempat seperti di dekat Cendana, di depan kantor Bank Indonesia atau tempat-tempat lain yang akan semakin membuat korban percaya bahwa ini adalah transaksi yang dapat dipercaya.

Pelaku kemudian membawa masuk uang yang akan ditransaksikan dan setelah itu……uang dan pelaku menghilang meninggalkan korban yang akhirnya sadar belakangan telah menjadi korban penipuan.

Trik penipuan ini jelas mengincar kalangan pemilik dana yang cukup besar karena dana yang bergulir di dalamnya mencapai ratusan juta bahkan miliaran. Tapi kasus yang membawa-bawa masalah harta Soeharto atau harta Orde Baru juga ada yang menyangkut uang dalam jumlah yang kecil.

Kasus ini terjadi di Jember Jawa Timur (dan mungkin terjadi juga di tempat lain) di mana warga diiming-imingi pencairan harta Soeharto senilai 5,5juta untuk tiap orang yang membawa uang seribu rupiah dan fotokopi KTP. Banyak warga yang kemudian menyerahkan uang dan fotokopi KTP. Untuk lebih meyakinkan aksinya, sang penipu memperlihatkan VCD pengajian yang isinya tentang masalah pembagian harta Soeharto itu.

Uang 1000 rupiah ini sebenarnya termasuk cukup kecil tapi diperkirakan yang diincar justru bukan uangnya tapi fotokopi KTP-nya, karena kasus ini terjadi menjelang Pemilu. Diperkirakan ada pihak-pihak tertentu yang akan menggunakan fotokopi KTP tersebut untuk tujuan yang tidak baik.

Bagaimanapun juga, masyarakat dirugikan dan dibodohi.

Jadi, sekali lagi saya nyatakan: Be careful, don’t get conned…..

Dipublikasi di Harta Soeharto, Indonesia, Penipu, Penipuan, Penipuan di Indonesia | 1 Komentar

PENIPUAN DI INDONESIA: KASUS HARTA SOEKARNO (Bagian 2)

PENIPUAN DI INDONESIA: KASUS HARTA SOEKARNO (Bagian 2)

Berikut adalah mitos yang beredar di sekitar kasus harta Soekarno. Mitos tersebut dimulai dari awal abad ke 17, saat raja-raja Nusantara mulai mengenal sistem perbankan dan pada saat itu Bank Zurich menjadi Bank yang paling dominan di dunia. Ke sanalah raja-raja Nusantara menyimpan kekayaan mereka.

 

Bung Karno

Bung Karno

 

Saat perang dunia II, negara-negara barat sudah mulai meramalkan bahwa akan ada banyak jajahan mereka yang nantinya akan memerdekakan diri. Amerika Serikat mulai ingin mengambil hati para pimpinan negara-negara ini termasuk Indonesia dengan menjanjikan Soekarno untuk mengambil alih asset raja-raja Nusantara ini untuk kepentingan Indonesia. Selanjutnya ceritanya semakin tidak masuk akal.

Dikisahkan bahwa pada tahun 1944 dengan meminjam kekayaan raja-raja Nusantara ini Amerika Serikat dengan beberapa negara mulai membentuk Bank Dunia (World Bank) untuk itu Bung Karno sempat ditunjuk sebagai satu-satunya ketua PBB – bukan Sekjen PBB (Sesuatu yang tidak mungkin terjadi karena Indonesia sendiri baru menjadi anggota PBB tahun 1950).

Tahun 1950 sampai 1953 dikisahkan bahwa Bung Karno mulai melimpahkan kepemilikan asset raja-raja Nusantara tersebut kepada kolega dan keluarganya, bahkan dikisahkan tahun 1954 ada perjanjian penyerahan asset kepada beberapa pihak sedemikian sehingga kemudian Bung Karno dijadikan Presiden Seumur Hidup setelah pemilu 1955.

Tahun 1959 dikisahkan bahwa Indonesia keluar dari PBB dan salah satu alasannya adalah karena Bung Karno merasa tertipu setelah dana yang disimpan tersebut ternyata tidak bisa ditarik. Semua bermuara pada lengsernya Bung Karno tahun 1966, tapi sebelum lengser, Bung Karno sempat memberi amanah pada 7 orang yang dipercaya untuk melindungi dan mengelola hartanya ini.

Cerita yang sangat aneh ini berlanjut sampai masa Soeharto, BJ Habibie dan bahkan (katanya) SBY pun mengetahui hal ini.

Dari sinilah kisah-kisah tentang harta Soekarno berawal. Intinya tentang harta yang begitu luar biasa nilainya yang sebelumnya tidak bisa dilikuidasi tapi kini bisa dan hanya akan dibagikan pada yang mau menjadi anggota yayasan atau kelompok tertentu. Untuk menjadi anggota yayasan tentu ada uang yang harus disetorkan dan ujung-ujungnya adalah……penipuan.

 

Emas

Emas

 

Saya pernah membaca di salah satu forum tentang seorang yang keluarganya pernah menjadi pejabat di masa orde lama. Menurutnya soal harto Soekarno ini cuma omong kosong belaka. Semua dana revolusi banyak yang sudah dikorupsi oleh kroni Soekarno dan juga habis untuk membeli persenjataan selama pengembalian Irian Barat. Ada lagi yang menyatakan bahwa soal harta Soekarno lebih banyak dihembuskan untuk menjelekkan nama Bung Karno.

Lalu bagaimana dengan anda para pembaca? Anda percaya?

Dipublikasi di Harta Soekarno, Indonesia, Penipu, Penipuan, Penipuan di Indonesia | Tinggalkan komentar

PENIPUAN DI INDONESIA: KASUS HARTA SOEKARNO (Bagian 1)

PENIPUAN DI INDONESIA: KASUS HARTA SOEKARNO (Bagian 1)

Beberapa saat lalu, berita di televisi dan beberapa harian sempat dihebohkan dengan kisah tentang seorang mantan anggota TNI bernama Suwito alias Soenuso Goroyo yang mengaku memiliki ratusan keping emas lantakan, platinum, sertifikat deposito dan lain-lain peninggalan zaman Presiden RI pertama Soekarno. Ia mengaku bahwa ia mendapat wangsit untuk “mengembalikan” harta peninggalan Bung Karno ini pada masyarakat Indonesia, jadi ia mengundang wartawan, anggota Muspida bahkan Pangdam Jaya dan Kapolda (yang tidak hadir pada acara itu).

Harta yang dipamerkan tersebut berupa emas lantakan bergambar Soekarno yang di baliknya bergambar Padi dan Kapas, emas putih lantakan berlogo tapal kuda bertuliskan JM Mathey London, sertifikat deposito bertanggal 16 Agustus 1945 yang dikeluarkan oleh BPUPKI, lalu sertifikat berbahasa Inggris yang disegel dan bertuliskan “Hibah Subsitusi” kepada R. Edi Tirwata Dinata. Menurut Soenuso masih ada pula mikrofilm, 2 lembar dokumen, anak kunci boks deposit di JBS Jenewa yang mencantumkan dana sebesar 126,2 miliar dollar AS dan 63,10 miliar dollar AS.

Presiden Soekarno

Presiden Soekarno

 

Soenuso Goroyo ini mengaku bahwa yang dibutuhkannya adalah pengakuan dan semacam surat kuasa dari pemerintah untuk meneruskan pemulihan harta ini. Ia tidak menginginkan pangkat dan sebagainya dan hanya ingin agar harta bangsa Indonesia ini dapat kembali kepada bangsa Indonesia sendiri. Proses pencarian harta ini menurut Soenuso diawali dari kebiasaannya bertirakat di berbagai tempat. Ia kemudian mendapatkan petunjuk awal berupa sebuah tongkat wasiat yang diyakini adalah tongkat komando milik Presiden Soekarno. Melalui beberapa tirakat yang lain ia berhasil “mengangkat” beberapa harta benda dari daerah di Bali, Jawa Tengah dan Sumatera Selatan. Ia menambahkan bahwa untuk mengambilnya harus dengan cara gaib, Soenuso sendiri tidak boleh memilikinya tapi ia diperintah untuk menyerahkan pada negara untuk menyelamatkan bangsa.

Sertifikat Deposito

Sertifikat Deposito

 

Ternyata yang mengaku memiliki Harta Soekarno atau mengetahui cara mengambilnya bukan hanya Soenuso seorang. Tidak lama setelah kejadian ini, ada seseorang yang bernama Asmo Suwito seorang kakek berusia 97 tahun yang tinggal di daerah Kulon Progo Yogyakarta mengaku mengetahui cara mengambil harta ini.

Kakek Asmo mengaku mendapat “Hibah” 40 batang emas secara gaib. Emas batangan ini bergambar lambang VOC dilengkapi dengan surat-surat tanda keabsahan dari Union Bank of Switzerland. Ada pula yang bergambar mahkota bertuliskan VOC dan ada yang berlambang padi dan kapas dengan angka 999. Ia mendapatkannya secara gaib dengan lelaku prihatin 3 tahun lalu.

Selanjutnya Asmo dan keluarganya akan mencairkan sendiri harta tersebut ke Bank Swiss dan setelah itu harta ini akan disalurkan lewat yayasan yang akan dibentuknya. Saat masalah ini ramai mencuat, adalah seorang Hari Cahyono, seorang kolektor barang kuno yang meneliti dan membandingkan harta kakek Asmo ini dan mengambil kesimpulan bahwa emas batangan ini palsu, karena simbol-simbol yang ada berbeda dengan emas batangan zaman VOC yang asli.

Selain perorangan, sempat pula terjadi kasus di mana yang terlibat di dalamnya adalah yayasan. Tahun 2005 masyarakat di daerah Yogyakarta dan Magelang banyak yang tertipu dengan sepak terjang suatu yayasan (saya lupa namanya) yang menyatakan bahwa mereka memiliki jalur untuk pencairan harta Soekarno dan harta ini akan dibagikan pada para anggota yayasan, sementara untuk menjadi anggota yayasan harus membayar sejumlah uang tertentu. Kasus ini akhirnya terkuak dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya kini sedang dicari oleh pihak kepolisian.

Lalu kini yang menjadi pertanyaan: apakah sebenarnya harta Soekarno ini memang benar-benar ada? Siapa yang menguasainya sekarang? Saya akan bahas di bagian kedua….


Dipublikasi di Harta Soekarno, Indonesia, Penipu, Penipuan, Penipuan di Indonesia | Tinggalkan komentar

PENIPUAN DI INDONESIA: MENEMUKAN CEK DI JALAN? HATI-HATI, PENIPUAN!

PENIPUAN DI INDONESIA: Hati-hati dengan dokumen yang ditemukan di jalan.

Sekitar beberapa bulan yang lalu ada 1 kejadian sama yang dialami oleh tetangga rekan kerja saya dan karyawan saudara saya. Yang satu terjadi di Yogyakarta sementara yang lain di Semarang; dan kedua kejadian ini terjadi hanya terpaut lebih kurang 3 minggu. Mereka berdua menemukan dokumen yang tertinggal. Tetangga rekan saya menemukan dokumen dalam amplop coklat di tepi jalan sementara karyawan saudara saya menemukan dokumen dalam amplop coklat pula di suatu rumah makan.

Setelah dibuka ternyata kedua amplop coklat tersebut berisi hal yang sama: Akta pendirian perusahaan, surat-surat kelengkapan perusahaan dan…….cek dengan nominal milyaran rupiah! Wow, tetangga rekan kerja saya dan karyawan saudara saya memiliki reaksi yang sama: takjub dengan cek yang ada di dalamnya tapi tetap sebagai pribadi-pribadi yang jujur mereka merasa tidak berhak memiliki cek tersebut.

Mereka kemudian menghubungi nomor telpon yang tertera di surat-surat kelengkapan perusahaan tersebut. Seorang bapak menjawab nomor tersebut dan menyatakan bahwa ia sangat bersyukur cek dan surat-surat kelengkapan perusahaannya ditemukan. Ia minta kepada sang penemu untuk mengirimkan balik dokumen-dokumen tersebut ke alamatnya dan sebagai tanda terima kasih ia akan mentransfer uang ke rekening sang penemu.

Saya rasa anda mulai membaca “akal busuk” si “pemilik perusahaan” ini. Ia meminta sang penemu untuk ke ATM dan akan dipandu agar ia bisa mentransfer sejumlah uang ke rekening sang penemu. Akhirannya sudah bisa kita duga. Uang yang ada di rekening sang penemu yang akhirnya amblas. Beruntunglah bahwa dalam hal ini tetangga teman kerja saya dan karyawan saudara saya tidak tertipu. Mereka bertanya kepada pihak lain dan kebetulan untuk tetangga rekan kerja saya ada satu pihak yang memberitahukan bahwa cek tersebut palsu (print out dari printer berwarna); sementara untuk karyawan saudara saya berselang satu hari setelah ia menemukan amplop coklat tersebut salah satu koran di Jawa Tengah (Suara Merdeka) justru menurunkan ulasan tentang kasus penipuan ini. Beruntunglah mereka berdua tidak jadi korban penipuan, tapi mungkin ada banyak yang tidak seberuntung mereka.

Ini juga merupakan salah satu kasus penipuan yang akhir-akhir ini banyak terjadi di sekitar kita. Koran Kompas menurunkan artikel ini yang bisa dibaca langsung di sini. Saya akan quote sebagai berikut:

Modus Penipuan Baru, Tinggalkan Dokumen di Pinggir Jalan

JAKARTA, SENIN — Penipu memang tidak kehilangan akal dalam menjalankan aksinya. Setelah penipuan dengan modus menang undian produk sabun cuci tercium oleh aparat kepolisian, sekarang penipuan menggunakan sebuah dokumen yang ditinggal di pinggir jalan sedang marak di Jakarta.

“Saya barusan ditemui oleh dua orang pejalan kaki, yang mengaku telah mendapat sebuah dokumen berharga di pinggir Jalan Slipi,” ujar petugas TMC Polda Metro Jaya, Bripka Kasyanto, ketika sedang melakukan patroli di Slipi, Jakarta Barat, Senin (9/3).

Kasyanto menambahkan, dokumen tersebut berupa amplop persegi panjang dan tertulis di bawahnya dokumen penting lengkap dengan nomor register. Di dalam amplop tersebut ada tiga buah surat. Pertama sebuah sertifikat tanah yang berkop Badan Pertanahan Nasional, kedua sebuah Izin Usaha Perdagangan (SIUP) berkop Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan terakhir sebuah cek Bank Rakyat Indonesia sebesar Rp 4.700.000.000. “Isi dalam amplop tersebut dua-duanya sama,” tambah Kasyanto.

Dalam modusnya kali ini, berdasarkan penuturan salah seorang korban kepada Kasyanto, didasari oleh rasa kemanusian ingin mengembalikan kepada pemiliknya, si penemu menghubungi nomor telepon yang tercantum di bagian depan dokumen tersebut. Setelah itu, orang yang dihubungi tadi akan mengucapkan terima kasih dan akan mengirimkan uang sejumlah Rp 20 juta sebagai balas budi. Lalu si penipu pun akan menanyakan nomor rekening.

“Terima kasih nanti saya akan kirim uang sebesar Rp 20 juta atas upaya bapak menemukan surat berharga kami. Tolong kirim nomor rekening Anda, nanti kami transfer uangnya,” ujar Kasyanto menirukan aksi si penipu.

Nantinya si penipu tadi akan meminta si penemu agar memberikan nomor rekeningnya melalui ATM. Lalu si penipu tadi akan mengajak mengobrol dan secara tidak terasa akan meminta kepada si penemu agar membayar biaya dari transfer tersebut.

Sementara ini, TMC sudah mendapatkan sebanyak tiga amplop dari para pejalan kaki di wilayah sekitar Slipi dan Gatot Subroto. Semua isinya sama. Semua amlop berisikan surat milik tanah berkop Badan Pertanahan Nasional, SIUP DKI, dan sebuah cek senilai Rp 4.700.000.000.

Ini artikel di harian Suara Merdeka yang “menyelamatkan” karyawan saudara saya tersebut. Dapat dibaca selengkapnya di sini.

Penipuan Bermodus Cek Marak di Kebumen

Kebumen, CyberNews. Praktik penipuan bermodus cek palsu akhir-akhir ini marak di Kabupaten Kebumen. Supri (35), warga RT 4 RW 1 Dusun Kemitir Kelurahan Bumirejo, nyaris menjadi korban aksi penipuan model tersebut.

Pria yang sehari-hari menjadi tukang becak itu menemukan amplop bertuliskan dokumen penting dan berisi surat-surat berharga berikut cek uang bernilai miliaran rupiah. Dia menemukan amplop itu di pinggir jalan Kebumen-Karangsambung.

Awalnya ia tidak berani membukanya karena tertulis dokumen penting. Namun bersama temannya, Widodo Priyanto (35), warga Dusun Prumpung nekat  membukanya. Keduanya kaget bukan kepalang, saat melihat isi amplop berupa cek senilai berikut sertifikat tanah serta Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP).

Cek senilai Rp 1,750 miliar itu berasal dari Bank Muamalat Cabang Surabaya Kota tertanggal 29 Juli 2009. Sedangkan SIUP dikeluarkan oleh Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkot Surabaya.

Dalam SIUP itu bertuliskan PT Serinco Jaya Manunggal di Jalan Letjen Soeprapto Kav XI No 146 Gedung Jaya Mangunggal Surabaya. Nama direkturnya  terulis Drs H Ridwan Amien.

Saat dihubungi, pria yang mengaku Ridwan berterima kasih dan janji akan memberi imbalan Rp 35 juta. Syaratnya harus buka rekening dulu di bank BCA, baru uang Rp 35 juta itu langsung ditransfer.

Hampir selama dua hari, pria tersebut terus menanyakan apakah sudah membuka rekening atau belum. Widodo pun curiga. Apalagi dia melihat kejanggalan pada cek itu yakni tanda tangan pada cek hanya berupa cetakan. Penulisan nominal pada cek juga diketik bukan dengan tangan.

“Setahu saya biasanya ditulis pakai pulpen. Setelah saya cari tahu ternyata banyak warga yang tertimpa kasus serupa ,” katanya kepada Suara Merdeka, Rabu (5/8).

Dari catatan SM CyberNews, sebelumnya kasus serupa menimpa Wahyu Kurniawan warga Desa Sidoagung Kecamatan Sruweng juga menemukan cek senilai Rp 3,8 miliar. Lalu Kepala Desa Peniron Kecamatan Pejagoan Triono Adi juga menemukan sebuah cek senilai Rp 4,7 miliar di ruas jalan Tembana-Peniron yang ujung-ujungnya mengarah ke penipuan.

Bukan hanya di Jakarta dan Jawa saja terjadinya kasus seperti ini. Beberapa kejadian juga terjadi di Papua dan Sumatera. Selengkapnya dapat dibaca di sini.

Satu hal yang menurut saya menunjukkan kekejian pelaku penipuan adalah karena sang korban dalam hal ini justru memiliki itikad baik untuk menghubungi orang yang dikiranya kehilangan. Alih-alih membantu, sang korban justru malah tertipu. Semoga dengan artikel ini tidak ada lagi orang-orang yang menjadi korban penipuan seperti ini.

Thank you all, and…..be careful.

S

Dipublikasi di Indonesia, Metode, Penipu, Penipuan, Penipuan di Indonesia | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

Penipuan Unik: Pemusik sekaligus “penipu”

Penipuan Unik: Kasus Billy Tipton

Pada akhir tahun 1930-an dan awal 1940-an, ada seorang musisi Jazz yang cukup menonjol bernama Billy Tipton. Setelah berkolaborasi dengan beberapa nama yang cukup menonjol di dunia musik Jazz, maka pada tahun 50-an ia membentuk band bernama The Billy Tipton Trio bersama dengan Dick O’Neal dan Ron Kilde. Band mereka menjadi cukup terkenal sampai tahun 60-an.

Billy Tipton

Paduan antara keahliannya bermain piano dan saxophone serta suara jernih dan wajahnya yang baby face membuat Billy Tipton menjadi pujaan gadis-gadis, dan gadis yang akhirnya disuntingnya adalah seorang gadis cantik berambut merah yang bekerja sebagai penari eksotis bernama Kitty Oakes.  Walaupun tidak menikah secara resmi, mereka berdua membina keluarga, dan karena tidak bisa memiliki anak mereka memutuskan untuk mengadopsi anak yaitu John, Scott dan William Tipton. Meskipun bukan anak kandung sendiri tapi Billy membesarkan mereka dengan baik, mengajak mereka berkemah dan melakukan aktivitas-aktivitas keluarga.

Tahun 70-an Billy Tipton terpaksa berhenti bermain musik karena penyakit rematik yang dideritanya. Ia berpisah dengan Kitty Oakes tapi tetap merawat anak-anaknya sampai akhir hayatnya. Ia meninggal dalam kondisi miskin dan terkena infeksi perut yang parah.

Tipton

Lalu di mana penipuannya? Saat Billy harus dirawat di rumah sakit barulah dunia tahu (termasuk anak-anaknya baru tahu) bahwa ………. Billy adalah seorang wanita!! Anak-anaknya baru tahu saat Billy meninggal, Kitty Oakes sendiri mengaku tidak tahu (walaupun anak-anaknya merasa bahwa Kitty berbohong). Menurut Kitty, Billy memberitahukannya bahwa pada masa mudanya ia terlibat dalam kecelakaan yang menyebabkan alat kelamin dan tulang rusuknya rusak. Karena itu ia selalu menggunakan perban dada dan tidak bisa berhubungan seperti pria dan wanita secara normal.

Penipuan identitas Billy menjadi salah satu kasus unik yang cukup menghebohkan dunia di tahun 80-an. Apakah memang benar bahwa Kitty Oakes tidak tahu kalau Billy seorang wanita? Yang menjadi pertanyaan kini: seberapa dalam kita mengenal orang-orang terdekat kita? Hmmmm……?

Thank you all, and……don’t get conned

S

Dipublikasi di Penipu, Penipuan, Tokoh | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Watch List: Hati-hati jalan-jalan di Mal

Watch List: Hati-hati jalan-jalan di Mal

Seorang teman menulis di forum Kaskus tentang pengalamannya “ditipu secara halus” di Mal. Forum lengkap dapat dilihat di sini dan di sini, saya quote di blog ini sebagai berikut:

Hati2 penipuan berkedok hadiah di mall


LANGSUNG AJA GAN,INI PENGALAMAN ANE BARUSAN DI MALL D**N MO*GOT


SECARA GARIS BESAR CERITANYA GINI GAN
NO HOAX N NO TIPU

Hari ini saya berbelanja ke Mal Matahari D**n Mo*ot. Sewaktu saya mau pulang, saya dihampiri oleh saya satu orang yang ternyata marketing dari Inextron (Lt.1 Mal Matahari D**n Mo*ot). Karena saya habis berbelanja di Matahari, dia bilang saya berhak mendapatkan suvenir. Saya pikir ada promo dari Matahari.

Akhirnya sampailah saya di salah satu kios dengan nama Inextron. Saya disuruh mengisi nama, nomor KTP dan telepon. Setelah itu, salah satu orang masuk ke dalam ruangan yang katanya untuk mendapatkan nomor undian. Setelah menunggu selama kurang lebih 15 menit (Saya diajak ngobrol banyak), akhirnya orang itu keluar dan berkata bahwa saya mendapat nomor 18 yang di mana kalau nomor di bawah 30, saya berhak mendapat kesempatan untuk mengambil undian.

Akhirnya saya mengambil salah satu undian dan mendapatkan parcel golden. Para marketing di sana sudah pada heboh katanya saya menang hadiah di atas Blackberry Bold. Salah satu dari mereka masuk kembali ke dalam ruangan dan keluar mengeluarkan telepon. Katanya dari pihak sponsor mau berbicara langsung dengan pemenang.

Setelah itu saya disuruh menunggu fax sekira 2 menit. Lalu keluarlah salah satu dari mereka dengan fax di tangan. Hebatnya, kata mereka saya memenangkan sebuah kompor listrik seharga Rp14.990.000. Selain itu mereka blang kalau saya bisa menunjukkan kepemilikan visa/mastercard, saya akan dapat hadiah promo lagi.

Saya tunjukkan, mereka mau ambil tapi saya tidak kasih. Saya bilang kan cuma mau lihat logonya. Setelah itu mereka tanya berapa limitnya dan menjelaskan kalau di bawah Rp5 juta, hadiah yang dikasih hanya seharga Rp1 jutaan. Karena limit saya di atas Rp5 juta, mereka memberikan hadiah alat pengukus. Hadiah sudah mereka taruh di depan saya.

Tak habis cara mereka, kata mereka saya pun berhak untuk mengikuti undian 1 unit mobil livina dan itu pun hanya diundi untuk 10 orang. Wow keren… Dan akhirnya dimulailah penipuan. Mereka bilang saya harus mempunyai dua buah barang promosi. Karena saya sudah punya 1 (kompor listrik), maka saya harus menambah 1 lagi dengan range harga sekitar Rp9 jutaan.

Dan akhirnya saya yang dari tadi sudah cukup kesal karena dibuat menunggu saya jadi marah. Saya bilang mereka penipu. Akhirnya katanya ada telepon dari Bapak Purnama. Pertama-tana Beliau berbicara baik sekali. Akhirnya saya bilang saya merasa ditipu dan ini membuang waktu saya.

Kemudian dengan entengnya Bapak Purnama bilang, oh ini juga membuang waktu saya ibu. Sampai-sampai ada salah satu marketing membentak saya bilang ini bukan penipuan. Saya lagsung bentak balik, saya bilang ini penipuan dan di kertas ini tidak ada tulisan mengharuskan untuk membeli.

Yah tapi yah penipu tetap penipu, mereka tetap memegang pendapat mereka. Akhirnya saya keluar dan saya melihat ada satu orang lagi yang sedang ditipu sama mereka. Hati-hatilah terhadap kartu kredit Anda.

RINGKASAN KEJADIAN :
1. DIPANGGIL UNTUK DIKASIH SOUVENIR
2. MENUNGGU DI TOKO SAMBIL SALES LAIN PROMOSIIN BRGNY YG NOTABENE AKAN DIJADIKAN BRG JUALAN( BRG YG AKAN DIBILANG HADIAH PROMOSI)
3. DISURUH GESEK KUPON UNDIAN,YG TERNYATA MENANGIN PROMO PLATINUM DGN HADIAH KOMPOR SEHARGA 14JT ( SAYA CEK DIKASKUS CM 4JT)
4. SYARAT HRS BELI BRG 1 JENIS LG ,YG RANGE HRG 9,99JT ( PDHL AIR PURIFIER BIASA,KIRA2 HNY 2JT PALING MHL)
5. LBH DIUTAMAKAN KRT KREDIT ( JGN AGAN KASIH,BISA DI GESEK DULUAN AMA DIA)
6. SALESNY PINTER2,MULUTNY MANIS N MEYAKINKAN..SO BEWARE
7. YG LBH PINTER N PRO, SAYA DISURUH TERIMA TLP DRI DIREKTUR PIHAK SPONSOR YG KASIH HADIAH ITU…DGN KATA LAIN,SAYA BRU BISA DPT TU KOMPOR KALO BELI 1 BRG PROMOSI LG YG SEHARGA 9,99JT ( )

Ada banyak korban dengan cara penipuan yang seperti ini misalnya kisah blog-nya Mas Mualim, selengkapnya dapat dilihat di sini. Saya quote sebagai berikut:

GOOD MARKETING ATAU PENIPUAN?

Sekedar sharing aja buat teman-teman blogger, ini adalah pengalaman pribadi, mudah-mudahan jadi pelajaran agar Anda tetap waspada terhadap segala macam muslihat dalam dunia marketing.

Hari Minggu (18 Januari 2009), saya beserta istri dan anak saya yang masih kecil ingin refreshing sekalian membeli kebutuhan rumah tangga. Sore hari selepas Ashar meluncurlah kami ke Mall yang terdekat dengan perumahan kami. Sengaja menuju mall tersebut karena rasa penasaran saya dengan perkembangan mall tersebut. Semenjak berdiri sampai dengan saat ini hanya lantai dasar, lantai 1 dan lantai 2 yang lumayan rame karena di huni oleh pedagang yang menempati kios-kios di dalam Mall. Selebihnya Mall ini sepertinya tidak ada kemajuan..sepi pengunjung.

Rasa penasaran saya terjawab sudah. Mall ini tetap seperti yang saya kunjungi 2 bulan yang lalu. Tidak masalah bagi kami, karena kami ingin santai, malas berdesak-desakan dengan orang banyak, saya sama istri ingin mengajak si kecil rileks sambil membiarkan dia melihat hal-hal baru yang belum pernah dia lihat sebelumnya, mengajak main di salah satu station permainan di sudut mall dan mencoba mencari-cari barang yang sekiranya kami butuhkan.

Setelah berputar-putar sekian lama, kami bergegas untuk segera pulang karena ada keperluan lain, istri saya berjalan terpisah di depan saya dan anak saya, sampai tiba-tiba saya melihat istri saya di rangkul oleh seorang SPG sambil memberi sebuah bingkisan kepada istri saya. Dalam hati “ngapain istri saya mau diajak ama SPG itu?” Paling juga nanti di tawari produk seperti layaknya para sales lainnya.”

Istri saya di bawa ke sebuah counter elektronik buatan Jepang, namanya Inextron. Saya sendiri baru mendengar merk dagang elektronik tersebut karena memang masih tergolong baru dibandingkan dengan merk-merk lainnya. Hmm.. produk2 baru yang mereka memang terlihat mewah, aku pikir lumayanlah untuk menambah wawasan tanpa bermaksud untuk membeli produknya (mahal bo… hehehe..).

Setelah berbagai pertanyaan basa basi untuk menarik perhatian kami (atau mungkin juga sebagai data masukan bagi mereka), salah satu SPG meminta KTP istri saya, katanya mau di catat dan dicoba untuk diikutkan dalam undian. Apabila istri saya masuk dalam 20 besar, maka istri saya dipersilahkan untuk mengambil kartu undian. Entah apa yang SPG itu lakukan di ruangan sebelah, yang jelas sekitar 15 menit lebih saya dan istri ditanya berbagai macam tetek bengek yang intinya biar saya dan istri tidak jenuh menunggu.

Akhirnya SPG datang sambil membawa beberapa kertas undian yang kata mereka masih di segel. Setelah itu saya di suruh untuk mengambil salah satu kertas undian, kemudian saya buka dan isinya saya mendapatkan paket istimewa. Dari sini sandiwara para sales dimulai. Mereka terlihat seolah-olah bingung, mereka bilang baru kali ini ada paket istimewa, menurut mereka biasanya pengunjung yang datang paling dapat payung, souvenir lain, handphone atau ucapan terima kasih.

Salah satu SPG bergegas mengambil telepon untuk menanyakan ke pusat, kata dia ada memang ada paket istimewa yang hanya diberikan kepada satu orang di masing-masing kota yang ada agen dari alat elektronik tersebut. Setelah menanyakan ke pusat dia bilang tunggu dalam 2 menit karena paket istimewa yang di maksud akan di kirimkan detailnya lewat fax.

Setelah kurang lebih 2 menit SPG tersebut bergegas memberikan “kabar gembira” buat kami, kami memenangkan paket special berupa kompor listrik seharga 10 juta beserta perlengkapan masaknya, benarkah? Sandiwara berlanjut dengan kekaguman para SPG terhadap kami, menurut mereka saya dan istri telah mendapatkan paket langka, paket besar yang semua orang tidak semuanya memiliki kesempatan itu (yaiyalaah..namanya juga undian ya gak semuanya menang kan??), mereka terus menerus mengucapkan rasa syukur ketika salah seorang SPG lainnya membacakan isi fax. Saya sendiri awalnya bangga, apa iya semudah itu saya mendapatkan hadiah, apalagi kompor listrik itu langsung di sajikan ke depan kami dan mereka mau mengantarkannya ke rumah kami??

Di sinilah letak di mana Anda harus benar-benar waspada dalam mencermati gerak-gerik mereka. Saya kagum dengan kelihaian mereka memecah konsentrasi saya dan istri. Belum sempat saya lihat dan baca secara detail isi faxnya, datang fax dan menyusul telepon yang katanya dari pusat kembali, katanya kami memang memenangkan hadiah tersebut apabila voucher yang disertakan dalam hadiah utama tadi dibelanjakan di counter mereka dan anehnya saya dan istri tidak diberi kesempatan untuk memilih barang mana yang bisa kami beli dengan voucher melainkan mereka yang menentukan kalau kami harus mengambil air cooler (semacam AC) seharga 7jt-an. Ketika kami menanyakan kenapa kami tidak boleh memilih, mereka menjelaskan bahwa pihak Inextron merekomendasikan kami untuk membeli alat itu karena menurut mereka barang itu barang yang bagus dan kalau toh kami tidak tertarik dengan barang itu, kami bisa menukarnya dan nanti mereka akan membawakan brosur lengkap berisi produk-produk dari Inextron. (Hmm… penawaran yang aneh sekali…)

Belum selesai kami berpikir, SPG itu kemudian menanyakan produk bisa diambil/dibeli dengan menggunakan debt card (ATM) atau credit card (kartu kredit) logo Visa atau MasterCard, dan mereka dengan sangat gesitnya segera mengambil kartu tersebut dari kami, katanya mau di gesek untuk mendapatkan hadiah tadi..eittsss… tunggu dulu dong, gesek gampang kalo ada deal dari kami. Belum hilang rasa terkejut kami, satu orang SPG lagi hendak menyobek bungkus kartu garansi yang akan di tuliskan dengan nama istri saya..weleh..weleh..apa2an ini?? Sekedar informasi saja ada sekitar 5 SPG lainnya yang tak henti-hentinya mengucapkan syukur dan memberikan komentar lain (mungkin dengan tujuan mengacaukan konsentrasi kami).

Eits… kami langsung NGEH dengan kondisi ini, kami langsung bilang tidak setelah dengan rinci saya minta detail hadiah yang tadi dikirimkan lewat fax, saya perhatikan dan baca secara seksama..hmmm.. hampir saja kami kena rayuan maut para SPG yang ahli bersandiwara itu. Secara refleks kami bilang terimakasih dengan tawarannya, tapi kami tidak berminat untuk mengambil hadiah tersebut karena kami ada keperluan lain..(gilaaa aja 7jt langsung melayang kalau kami benar-benar tidak waspada).

Bukan SPG namanya kalo tidak punya cara lain untuk merayu kami, sambil terus memegangi kartu ATM kami, mereka kemudaian menawarkan keringanan kepada kami dengan cara bisa membayar DP dulu lewat ATM kami dan ada keringanan cicilan. Aha…kami sudah muak dengan gaya mereka bersandiwara dan kami tetap berniat untuk tidak menerima tawaran mereka. Sekedar basa-basi sambil berusaha meyakinkan kami, seorang SPG mengambil HP dan memoto kami dengan hadiah yang kami peroleh, katanya foto kami akan di pajang di majalah dan kami pun berhak atas undian lagi untuk mendapatkan Mobil.

Ah.. sekali tidak tetap tidak… ada barang penting yang kami harus cari dibandingkan dengan kompor listrik serta air cooler seharga 7 jt itu… kamipun segera keluar untuk mengacuhkan tawaran mereka..fuuuhhh..lega…!!!! Sambil berjalan keluar saya tidak sengaja melihat kertas fax yang tadi dibawa oleh SPG… kok gada tulisan alamat (nomor fax) yang dituju maupun pengirimnya…saya hanya nyengir kuda melihat kekonyolan ini…sudahlah yang penting kami selamat, tapi bagaimana dengan orang lain yang mungkin saja sangat terpikat dengan sandiwara yang mereka buat?? Mudah2an mereka NGEH seperti kami karena menurut ibu mertua saya, salah satu temannya dengan terpaksa harus mempreteli perhiasannya akibat terjerembab oleh trik mereka..weleh-weleh….dalam hati saya berkata “inilah yang dimaksud Penipuan berkedok Trik Marketing..”

Mudah-mudahan Anda atau teman dekat Anda tidak terpedaya oleh trik mereka, (kecuali jika Anda memang punya duit lebih dan memang tertarik serta berminat dengan produk mereka..hehehe..)

Bukan hanya Inextron, ada juga toko lain bernama Omega Plus yang juga melakukan penjualan dengan cara yang sama. Sebagai perhatian, Omega Plus ini ternyata juga ada hubungannya dengan Inextron (fax mereka bertuliskan gebyar Inextron). Ini saya dapat dari website YLKI. Anda dapat baca selengkapnya di sini. Saya quote sebagai berikut:

Penipuan Penjualan yang dilakukan oleh Omega Plus

Salmah Kamis, 11 Maret 2010

Dengan ini saya menyampaikan pengaduan mengenai penipuan penjualan yang dilakukan oleh Toko Omega Plus Margo City Depok (tepat di depan eskalator menuju Giant Margo City Depok, lt UG) pada tanggal 10 Maret 2010 sekitar jam lima sore.

Dengan promosi gratis ‘door entry alarm’, mereka mengajak kami masuk toko untuk mempresentasikan bagaimana alarm itu bekerja. Dengan manisnya mereka meminta kami menunggu untuk pengisian baterai alarm. sambil menunggu waktu, saya ditawarkan untuk mencoba alat pijat refleksi kaki. Ada 4 Orang disana, dan semuanya mengajak kami ngobrol.

Mereka juga mengajak kami untuk mencoba keberuntungan melalui undian dengan cara menggosok kupon undian (yang katanya toko mereka masih dalam rangka promosi, jadi tidak melakukan penjualan produk, produk2 yang ada hanya display saja).

Singkatnya saya memenangkan program promosi utama. Hadiah tidak bisa disebutkan oleh karyawan toko, melainkan mereka menghubungi pihak manajemen kantor (infonya dari Graha Cempaka Mas, Letjend. Suprapto). Kemudian fax masuk, dan mereka memberitahukan isi fax dengan menutup lembaran bagian bawah (kertas fax dilipat keatas) sehingga yang terbaca oleh saya adalah hadiah yang saya menangkan berupa Kenjitsu Mix Induction (kompor listrik) senilai Rp.12jt-an. dan mereka menanyakan apakah saya memiliki kartu visa / master, dan seperti dihipnotis, saya mengiyakan dan menunjukkannya. lalu mereka mengeluarkan lagi ‘hadiah’ baru berupa Yuki Multi Cooker dan Flatware Set. Saya tidak dapat berfikir jernih, karena saat itu mereka sangat riuh dengan kegembiraan yang meluap2 karena saya memenangkan semua hadiah itu. lalu tak berapa lama saya diinformasikan bahwa saya mendapatkan fax lagi yang isinya saya berhak mengikuti undian GEBYAR INEXTRON 2010 dan mendapatkan VOUCHER SENILAI Rp.2.000.000. Namun, dengan manisnya, saya digiring untuk menggesek kartu kredit saya untuk sebuah produk senilai Rp.7.590.000. kartu kredit pertama yang saya berikan adalah CITIBANK GOLD, namun mereka bilang saldo tidak mencukupi, jadi saya harus menggunakan kartu kredit lain, lalu saya memberikan CITIBANK GIANT, tapi lagi2 mereka bilang kartu kredit masih kurang Rp.500.000, akhirnya saya memberikan kartu ATM MANDIRI.

yang anehnya, lembar transaksi dari mesin gesek kartu kredit terdiri dari beberapa lembar. yang sempat saya lihat sebesar Rp.500.000 2 lembar, Rp.1.000.000 lebih dari 2 lembar, dan nominal Rp.1jt-an (saya lupa nominal pastinya). alasan mereka adalah kerjasama yang dilakukan dengan PERMATA BANK memberikan limit transaksi.

Saya baru sadar setelah dalam perjalanan pulang, bahwa barang2 yang saya bawa tersebut adalah BARANG2 YANG TIDAK SAYA PERLUKAN.

Esok paginya (hari ini 11/3/2010), saya mengirim SMS kepada karyawan toko yang menangani saya (YOPIE) meminta agar transaksi2 tersebut dibatalkan.

Kemudian saya menghubungi CUSTOMER SERVICE CITIBANK untuk meminta pemblokiran kartu, ternyata menurut CS CITIBANK transaksi2 telah masuk ke CITIBANK dan pembatalan transaksi HANYA DAPAT DIBATALKAN OLEH PIHAK TOKO. Informasi yang saya peroleh adalah ada 3x transaksi yang dilakukan oleh toko OMEGA PLUS sebesar @ RP.1.000.000 menggunakan CITI GOLD dan 1x transaksi sebesar Rp.2.590.000 menggunakan CITI GIANT. Lalu saya mengecek 5 saldo terakhir di BANK MANDIRI, ternyata yang didebet oleh OMEGA PLUS di ATM MANDIRI saya 2x transaksi sebesar @ Rp.5.000. Artinya, karyawan toko telah menipu saya yang menginformasikan bahwa kekurangan dana transaksi Rp.500.000 yang kemudian ternyata didebet ke ATM MANDIRI saya hanya Rp.10.000.

Keanehan lain lagi adalah saya diminta untuk tidak menginformasikan kepada orang lain bahwa produk2 yang ‘katanya’ HADIAH itu, adalah BUKAN HADIAH tetapi saya MEMBELINYA.

Saya mohon bantuan YLKI untuk membantu kami para korban penipuan seperti ini. karena saya browsing di internet, penipuan yang dilakukan sudah memakan korban, artikel terkait dapat dibaca di:
1. http://suarapembaca.detik.com/read/2009/02/09/153751/1081914/283/hati-hati-iming-iming-hadiah-produk-inextron-di-i-home
2. http://andhicka.multiply.com/journal
3. http://suarapembaca.detik.com/read/2010/02/25/075344/1306404/283/membuang-waktu-bersama-inextron

Pagi ini saya akan ke toko OMEGA PLUS untuk membatalkan traksaksi kartu kredit dan mengembalikan produk2 termasuk produk2 hadiah. Namun setelah saya cek pada amplop yang diterima dari karyawan OMEGA PLUS kemarin, ada form PERSETUJUAN PEMBELIAN dimana disitu tercetak: ‘saya sadar bahwa persetujuan/perjanjian transaksi ini dibuat dan disetujui kedua belah pihak tanpa paksaan dari pihak manapun. Kedua belah pihak setuju dengan transaksi ini.

Demikian, atas perhatian dan bantuannya.
Salam,
–salmah–

Toko-toko yang menjual produk Inextron ini hampir ada di mana-mana dengan nama: Inextron, Omega Plus, I-home, Blue Top dan mungkin masih banyak lagi. Tapi intinya sama. Cara penjualan seperti ini harus benar-benar kita perhatikan dengan seksama karena para korban merasa tertipu dengan cara marketing seperti ini walaupun saya tidak bisa menyebutkan ini sepenuhnya sebagai penipuan; karena itu saya tempatkan ini sebagai Watch List (sesuatu yang harus diperhatikan dengan seksama).

Jika kita bisa saling bertukar informasi, tentang toko-toko apa lagi yang melakukan penjualan dengan cara yang sama? Bagaimana dengan YLKI dan pihak berwajib? Apakah hal ini dapat digolongkan sebagai penipuan atau cuma cara marketing yang (sangat) tidak etis?

Thank you all, and…..don’t get conned

Dipublikasi di Indonesia, Metode, Watch List | Tag , | 3 Komentar

PENIPUAN DI INDONESIA: KISAH SELLY

Penipuan di Indonesia: Kisah Selly

Belum lama ini Detik.Com menurunkan artikel tentang penipuan yang dilakukan oleh seorang gadis bernama Selly Yustiawati.

Selly

Dikisahkan Selly adalah seorang gadis yang berpenampilan menarik dengan wajah innocent, pandai “mengutak-atik” program Linux computer dan menjadi karyawan di salah satu Hotel berbintang di Jakarta.  Penampilannya yang menarik dan innocent menyebabkan banyak orang mudah bersimpati padanya.

Ternyata sifatnya yang supel ini digunakan oleh Selly untuk menipu orang-orang yang bekerja bersamanya di hotel tersebut. Tidak tanggung-tanggung, 10 orang karyawan Hotel dari jajaran manager sampai staf tertipu olehnya dengan nilai penipuan 20 juta rupiah. Modus yang dilakukannya dengan menawarkan bisnis pulsa murah, menjual Blackberry murah sampai menggunakan belas kasihan korban dengan menyatakan bahwa orangtuanya sakit dan butuh biaya pengobatan. Selain di Hotel tempatnya bekerja, beberapa karyawan Kompas juga pernah ditipu olehnya. Total penipuan terhadap karyawan Kompas mencapai 30 juta rupiah

Itu baru di 2 tempat dan ternyata ia juga menipu beberapa orang lain sejak tahun 2006. Ia sempat menipu satu keluarga dengan mengaku sebagai wartawati Kompas. Selly mengaku sebagai Rasellya Rahman Taher dan minta diijinkan menginap karena sedang bersembunyi terkait dengan pemberitaan kasus korupsi DPRD Bogor.  Saat menginap itu ia menceritakan tentang “sepak terjangnya” sebagai wartawati Kompas dan bagaimana pekerjaannya menuntutnya untuk terus bersembunyi karena nyawanya terancam. Setelah itu Selly memulai aksinya dengan menawarkan bisnis pulsa dan ponsel murah. Setelah korban terjebak dengan menyerahkan sejumlah uang Selly meninggalkan rumah korban, tidak pernah kembali lagi…..bersama dengan bisnis dan keuntungan yang dijanjikan.

Salah seorang korban lain dari Selly ini bahkan ada yang sampai tertipu 100 juta rupiah lebih. Ceritanya Selly menawarkan bisnis pulsa murah dan sang korban termakan tipuannya. Setelah menerima uang, Selly membuat cerita bahwa ia dikejar-kejar oleh preman dan seluruh uangnya hilang dibawa preman. Selly sempat menghubungkan sang korban  dengan seorang perempuan yang mengaku ibunda Selly lewat telpon. Sang ibunda berjanji akan mengembalikan uang korban dan menyerahkan tambahan uang untuk kehidupan Selly.

Sang korban kemudian menempatkan Selly di satu rumah kost dan kemudian muncul satu orang pria yang bernama Yanto. Yanto ini mengaku sebagai orang kepercayaan ibunda Selly dan Yanto ini akan membawa uang milik korban ditambah dengan uang untuk biaya hidup Selly.  Korban sebenarnya curiga, namun tetap memegang janji Selly, dan kemudian membuat janji dengan Yanto untuk bertemu sehubungan dengan penyerahan uang. Yanto meminta Selly tidak ikut dalam pertemuan agar tidak diburu preman yang masih mencarinya.

Di lokasi pertemuan, sang korban menunggu cukup lama tapi orang yang ditunggu tidak muncul-muncul. Tiba-tiba Selly menelpon dan mengaku diserbu preman di kost-nya dan dibawa paksa. Terus semua telepon mereka tidak bisa dihubungi. Itulah akhir kabar dari Selly, Yanto dan uang sang korban.

Bagaimana dengan keluarga Selly? Keluarga Selly mengaku sudah pasrah dan angkat tangan terhadap ulah anaknya. Bahkan sering rumah keluarganya didatangi orang-orang yang marah dan menagih uang karena merasa ditipu oleh Selly.

Selly akhirnya memang tertangkap tapi tidak ditahan karena pihak yang berwajib justru menyarankan agar pihak-pihak yang terlibat membuat surat perjanjian ganti rugi dengan Selly. Surat ini dibuat mungkin dengan pemikiran agar uang korban dapat kembali. Jika Selly dipidanakan uang yang telah dibawa pergi kemungkinan besar tidak akan kembali.

Selly

Saya sendiri tidak tahu perkembangan akhir dari kasus Selly ini. Apakah memang akhirnya Selly mengganti uang para korbannya atau tidak. Saya harap semuanya akhirnya berakhir dengan baik dan para korbannya dapat menerima uang mereka kembali.

Kasus Selly ini menjadi kasus yang cukup unik karena Detik.Com mengaitkan kasus ini dengan gejala kejiwaan psikopat. Detik.Com mewawancarai psikolog Universitas Indonesia – Dr. Yati Utoyo Lubis yang menyatakan bahwa orang seperti mereka itu sangat pandai menipu. Salah satu ciri dari mereka yang psikopat adalah sangat meyakinkan, pandai, cerdik, dan bisa menipu. Tapi Dr. Yati sendiri menyatakan bahwa Ia tidak bisa menilai pasti apakah Selly seorang psikopat. Hal ini dikarenakan Dr. Yati tidak memiliki kesempatan untuk langsung bertemu dengan Selly. Kemungkinan Selly menderita gejala psikopat karena kepandaian menipu orang lain merupakan salah satu karakter kuat bagi seorang psikopat. Dr. Yati menambahkan bahwa rasa curiga terhadap orang lain memang diperlukan, tetapi bukan curiga yang mengarah ke paranoid, curiga perlu ketika ketemu dengan orang baru.

Saya rasa itu memang anjuran yang cukup baik juga untuk diterapkan untuk masa sekarang ini saat kasus-kasus penipuan banyak terjadi. Curiga memang terkadang diperlukan agar kita bisa lebih berhati-hati.

Thank you all, and…..don’t get conned

S

Dipublikasi di Penipu, Penipuan, Penipuan di Indonesia | Tag , , , | Tinggalkan komentar