PENIPUAN DI INDONESIA: KISAH SELLY

Penipuan di Indonesia: Kisah Selly

Belum lama ini Detik.Com menurunkan artikel tentang penipuan yang dilakukan oleh seorang gadis bernama Selly Yustiawati.

Selly

Dikisahkan Selly adalah seorang gadis yang berpenampilan menarik dengan wajah innocent, pandai “mengutak-atik” program Linux computer dan menjadi karyawan di salah satu Hotel berbintang di Jakarta.  Penampilannya yang menarik dan innocent menyebabkan banyak orang mudah bersimpati padanya.

Ternyata sifatnya yang supel ini digunakan oleh Selly untuk menipu orang-orang yang bekerja bersamanya di hotel tersebut. Tidak tanggung-tanggung, 10 orang karyawan Hotel dari jajaran manager sampai staf tertipu olehnya dengan nilai penipuan 20 juta rupiah. Modus yang dilakukannya dengan menawarkan bisnis pulsa murah, menjual Blackberry murah sampai menggunakan belas kasihan korban dengan menyatakan bahwa orangtuanya sakit dan butuh biaya pengobatan. Selain di Hotel tempatnya bekerja, beberapa karyawan Kompas juga pernah ditipu olehnya. Total penipuan terhadap karyawan Kompas mencapai 30 juta rupiah

Itu baru di 2 tempat dan ternyata ia juga menipu beberapa orang lain sejak tahun 2006. Ia sempat menipu satu keluarga dengan mengaku sebagai wartawati Kompas. Selly mengaku sebagai Rasellya Rahman Taher dan minta diijinkan menginap karena sedang bersembunyi terkait dengan pemberitaan kasus korupsi DPRD Bogor.  Saat menginap itu ia menceritakan tentang “sepak terjangnya” sebagai wartawati Kompas dan bagaimana pekerjaannya menuntutnya untuk terus bersembunyi karena nyawanya terancam. Setelah itu Selly memulai aksinya dengan menawarkan bisnis pulsa dan ponsel murah. Setelah korban terjebak dengan menyerahkan sejumlah uang Selly meninggalkan rumah korban, tidak pernah kembali lagi…..bersama dengan bisnis dan keuntungan yang dijanjikan.

Salah seorang korban lain dari Selly ini bahkan ada yang sampai tertipu 100 juta rupiah lebih. Ceritanya Selly menawarkan bisnis pulsa murah dan sang korban termakan tipuannya. Setelah menerima uang, Selly membuat cerita bahwa ia dikejar-kejar oleh preman dan seluruh uangnya hilang dibawa preman. Selly sempat menghubungkan sang korban  dengan seorang perempuan yang mengaku ibunda Selly lewat telpon. Sang ibunda berjanji akan mengembalikan uang korban dan menyerahkan tambahan uang untuk kehidupan Selly.

Sang korban kemudian menempatkan Selly di satu rumah kost dan kemudian muncul satu orang pria yang bernama Yanto. Yanto ini mengaku sebagai orang kepercayaan ibunda Selly dan Yanto ini akan membawa uang milik korban ditambah dengan uang untuk biaya hidup Selly.  Korban sebenarnya curiga, namun tetap memegang janji Selly, dan kemudian membuat janji dengan Yanto untuk bertemu sehubungan dengan penyerahan uang. Yanto meminta Selly tidak ikut dalam pertemuan agar tidak diburu preman yang masih mencarinya.

Di lokasi pertemuan, sang korban menunggu cukup lama tapi orang yang ditunggu tidak muncul-muncul. Tiba-tiba Selly menelpon dan mengaku diserbu preman di kost-nya dan dibawa paksa. Terus semua telepon mereka tidak bisa dihubungi. Itulah akhir kabar dari Selly, Yanto dan uang sang korban.

Bagaimana dengan keluarga Selly? Keluarga Selly mengaku sudah pasrah dan angkat tangan terhadap ulah anaknya. Bahkan sering rumah keluarganya didatangi orang-orang yang marah dan menagih uang karena merasa ditipu oleh Selly.

Selly akhirnya memang tertangkap tapi tidak ditahan karena pihak yang berwajib justru menyarankan agar pihak-pihak yang terlibat membuat surat perjanjian ganti rugi dengan Selly. Surat ini dibuat mungkin dengan pemikiran agar uang korban dapat kembali. Jika Selly dipidanakan uang yang telah dibawa pergi kemungkinan besar tidak akan kembali.

Selly

Saya sendiri tidak tahu perkembangan akhir dari kasus Selly ini. Apakah memang akhirnya Selly mengganti uang para korbannya atau tidak. Saya harap semuanya akhirnya berakhir dengan baik dan para korbannya dapat menerima uang mereka kembali.

Kasus Selly ini menjadi kasus yang cukup unik karena Detik.Com mengaitkan kasus ini dengan gejala kejiwaan psikopat. Detik.Com mewawancarai psikolog Universitas Indonesia – Dr. Yati Utoyo Lubis yang menyatakan bahwa orang seperti mereka itu sangat pandai menipu. Salah satu ciri dari mereka yang psikopat adalah sangat meyakinkan, pandai, cerdik, dan bisa menipu. Tapi Dr. Yati sendiri menyatakan bahwa Ia tidak bisa menilai pasti apakah Selly seorang psikopat. Hal ini dikarenakan Dr. Yati tidak memiliki kesempatan untuk langsung bertemu dengan Selly. Kemungkinan Selly menderita gejala psikopat karena kepandaian menipu orang lain merupakan salah satu karakter kuat bagi seorang psikopat. Dr. Yati menambahkan bahwa rasa curiga terhadap orang lain memang diperlukan, tetapi bukan curiga yang mengarah ke paranoid, curiga perlu ketika ketemu dengan orang baru.

Saya rasa itu memang anjuran yang cukup baik juga untuk diterapkan untuk masa sekarang ini saat kasus-kasus penipuan banyak terjadi. Curiga memang terkadang diperlukan agar kita bisa lebih berhati-hati.

Thank you all, and…..don’t get conned

S

Pos ini dipublikasikan di Penipu, Penipuan, Penipuan di Indonesia dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s