PENIPUAN DI INDONESIA: MENEMUKAN CEK DI JALAN? HATI-HATI, PENIPUAN!

PENIPUAN DI INDONESIA: Hati-hati dengan dokumen yang ditemukan di jalan.

Sekitar beberapa bulan yang lalu ada 1 kejadian sama yang dialami oleh tetangga rekan kerja saya dan karyawan saudara saya. Yang satu terjadi di Yogyakarta sementara yang lain di Semarang; dan kedua kejadian ini terjadi hanya terpaut lebih kurang 3 minggu. Mereka berdua menemukan dokumen yang tertinggal. Tetangga rekan saya menemukan dokumen dalam amplop coklat di tepi jalan sementara karyawan saudara saya menemukan dokumen dalam amplop coklat pula di suatu rumah makan.

Setelah dibuka ternyata kedua amplop coklat tersebut berisi hal yang sama: Akta pendirian perusahaan, surat-surat kelengkapan perusahaan dan…….cek dengan nominal milyaran rupiah! Wow, tetangga rekan kerja saya dan karyawan saudara saya memiliki reaksi yang sama: takjub dengan cek yang ada di dalamnya tapi tetap sebagai pribadi-pribadi yang jujur mereka merasa tidak berhak memiliki cek tersebut.

Mereka kemudian menghubungi nomor telpon yang tertera di surat-surat kelengkapan perusahaan tersebut. Seorang bapak menjawab nomor tersebut dan menyatakan bahwa ia sangat bersyukur cek dan surat-surat kelengkapan perusahaannya ditemukan. Ia minta kepada sang penemu untuk mengirimkan balik dokumen-dokumen tersebut ke alamatnya dan sebagai tanda terima kasih ia akan mentransfer uang ke rekening sang penemu.

Saya rasa anda mulai membaca “akal busuk” si “pemilik perusahaan” ini. Ia meminta sang penemu untuk ke ATM dan akan dipandu agar ia bisa mentransfer sejumlah uang ke rekening sang penemu. Akhirannya sudah bisa kita duga. Uang yang ada di rekening sang penemu yang akhirnya amblas. Beruntunglah bahwa dalam hal ini tetangga teman kerja saya dan karyawan saudara saya tidak tertipu. Mereka bertanya kepada pihak lain dan kebetulan untuk tetangga rekan kerja saya ada satu pihak yang memberitahukan bahwa cek tersebut palsu (print out dari printer berwarna); sementara untuk karyawan saudara saya berselang satu hari setelah ia menemukan amplop coklat tersebut salah satu koran di Jawa Tengah (Suara Merdeka) justru menurunkan ulasan tentang kasus penipuan ini. Beruntunglah mereka berdua tidak jadi korban penipuan, tapi mungkin ada banyak yang tidak seberuntung mereka.

Ini juga merupakan salah satu kasus penipuan yang akhir-akhir ini banyak terjadi di sekitar kita. Koran Kompas menurunkan artikel ini yang bisa dibaca langsung di sini. Saya akan quote sebagai berikut:

Modus Penipuan Baru, Tinggalkan Dokumen di Pinggir Jalan

JAKARTA, SENIN — Penipu memang tidak kehilangan akal dalam menjalankan aksinya. Setelah penipuan dengan modus menang undian produk sabun cuci tercium oleh aparat kepolisian, sekarang penipuan menggunakan sebuah dokumen yang ditinggal di pinggir jalan sedang marak di Jakarta.

“Saya barusan ditemui oleh dua orang pejalan kaki, yang mengaku telah mendapat sebuah dokumen berharga di pinggir Jalan Slipi,” ujar petugas TMC Polda Metro Jaya, Bripka Kasyanto, ketika sedang melakukan patroli di Slipi, Jakarta Barat, Senin (9/3).

Kasyanto menambahkan, dokumen tersebut berupa amplop persegi panjang dan tertulis di bawahnya dokumen penting lengkap dengan nomor register. Di dalam amplop tersebut ada tiga buah surat. Pertama sebuah sertifikat tanah yang berkop Badan Pertanahan Nasional, kedua sebuah Izin Usaha Perdagangan (SIUP) berkop Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan terakhir sebuah cek Bank Rakyat Indonesia sebesar Rp 4.700.000.000. “Isi dalam amplop tersebut dua-duanya sama,” tambah Kasyanto.

Dalam modusnya kali ini, berdasarkan penuturan salah seorang korban kepada Kasyanto, didasari oleh rasa kemanusian ingin mengembalikan kepada pemiliknya, si penemu menghubungi nomor telepon yang tercantum di bagian depan dokumen tersebut. Setelah itu, orang yang dihubungi tadi akan mengucapkan terima kasih dan akan mengirimkan uang sejumlah Rp 20 juta sebagai balas budi. Lalu si penipu pun akan menanyakan nomor rekening.

“Terima kasih nanti saya akan kirim uang sebesar Rp 20 juta atas upaya bapak menemukan surat berharga kami. Tolong kirim nomor rekening Anda, nanti kami transfer uangnya,” ujar Kasyanto menirukan aksi si penipu.

Nantinya si penipu tadi akan meminta si penemu agar memberikan nomor rekeningnya melalui ATM. Lalu si penipu tadi akan mengajak mengobrol dan secara tidak terasa akan meminta kepada si penemu agar membayar biaya dari transfer tersebut.

Sementara ini, TMC sudah mendapatkan sebanyak tiga amplop dari para pejalan kaki di wilayah sekitar Slipi dan Gatot Subroto. Semua isinya sama. Semua amlop berisikan surat milik tanah berkop Badan Pertanahan Nasional, SIUP DKI, dan sebuah cek senilai Rp 4.700.000.000.

Ini artikel di harian Suara Merdeka yang “menyelamatkan” karyawan saudara saya tersebut. Dapat dibaca selengkapnya di sini.

Penipuan Bermodus Cek Marak di Kebumen

Kebumen, CyberNews. Praktik penipuan bermodus cek palsu akhir-akhir ini marak di Kabupaten Kebumen. Supri (35), warga RT 4 RW 1 Dusun Kemitir Kelurahan Bumirejo, nyaris menjadi korban aksi penipuan model tersebut.

Pria yang sehari-hari menjadi tukang becak itu menemukan amplop bertuliskan dokumen penting dan berisi surat-surat berharga berikut cek uang bernilai miliaran rupiah. Dia menemukan amplop itu di pinggir jalan Kebumen-Karangsambung.

Awalnya ia tidak berani membukanya karena tertulis dokumen penting. Namun bersama temannya, Widodo Priyanto (35), warga Dusun Prumpung nekat  membukanya. Keduanya kaget bukan kepalang, saat melihat isi amplop berupa cek senilai berikut sertifikat tanah serta Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP).

Cek senilai Rp 1,750 miliar itu berasal dari Bank Muamalat Cabang Surabaya Kota tertanggal 29 Juli 2009. Sedangkan SIUP dikeluarkan oleh Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkot Surabaya.

Dalam SIUP itu bertuliskan PT Serinco Jaya Manunggal di Jalan Letjen Soeprapto Kav XI No 146 Gedung Jaya Mangunggal Surabaya. Nama direkturnya  terulis Drs H Ridwan Amien.

Saat dihubungi, pria yang mengaku Ridwan berterima kasih dan janji akan memberi imbalan Rp 35 juta. Syaratnya harus buka rekening dulu di bank BCA, baru uang Rp 35 juta itu langsung ditransfer.

Hampir selama dua hari, pria tersebut terus menanyakan apakah sudah membuka rekening atau belum. Widodo pun curiga. Apalagi dia melihat kejanggalan pada cek itu yakni tanda tangan pada cek hanya berupa cetakan. Penulisan nominal pada cek juga diketik bukan dengan tangan.

“Setahu saya biasanya ditulis pakai pulpen. Setelah saya cari tahu ternyata banyak warga yang tertimpa kasus serupa ,” katanya kepada Suara Merdeka, Rabu (5/8).

Dari catatan SM CyberNews, sebelumnya kasus serupa menimpa Wahyu Kurniawan warga Desa Sidoagung Kecamatan Sruweng juga menemukan cek senilai Rp 3,8 miliar. Lalu Kepala Desa Peniron Kecamatan Pejagoan Triono Adi juga menemukan sebuah cek senilai Rp 4,7 miliar di ruas jalan Tembana-Peniron yang ujung-ujungnya mengarah ke penipuan.

Bukan hanya di Jakarta dan Jawa saja terjadinya kasus seperti ini. Beberapa kejadian juga terjadi di Papua dan Sumatera. Selengkapnya dapat dibaca di sini.

Satu hal yang menurut saya menunjukkan kekejian pelaku penipuan adalah karena sang korban dalam hal ini justru memiliki itikad baik untuk menghubungi orang yang dikiranya kehilangan. Alih-alih membantu, sang korban justru malah tertipu. Semoga dengan artikel ini tidak ada lagi orang-orang yang menjadi korban penipuan seperti ini.

Thank you all, and…..be careful.

S

Pos ini dipublikasikan di Indonesia, Metode, Penipu, Penipuan, Penipuan di Indonesia dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s