PENIPUAN DI INDONESIA: KASUS HARTA SOEHARTO

PENIPUAN DI INDONESIA: KASUS HARTA SOEHARTO

Jika sebelumnya saya membahas tentang harta Soekarno, sekarang ada juga kasus penipuan yang berhubungan dengan harta Soeharto atau harta Orde baru.

 

Presiden Soeharto

Presiden Soeharto

 

Dikisahkan bahwa pada saat Pak Harto lengser, ada sekian triliun uang rupiah polymer (uang plastik dengan nilai 100ribuan) yang tertahan dan tidak bisa dikeluarkan karena belum mendapat persetujuan dari Bank Indonesia untuk dikeluarkan. Dikisahkan bahwa uang ini sedang diusahakan keluar dan jika ada yang tertarik untuk memperlancar supaya uang polymer ini bisa cepat keluar akan dapat imbalan cukup besar.

 

Uang Seratus Ribu

Uang Seratus Ribu

 

Trik lain menyatakan bahwa uang-uang ini, karena tidak bisa dikeluarkan akan dihargai dengan nilai dollar AS yang cukup tinggi. Jadi yang tertarik untuk menukarkan dollarnya dengan uang ini pasti akan memperoleh uang dalam jumlah yang lebih tinggi daripada penukaran di money changer. Kemudian uang ini karena masih dapat ditransaksikan dapat dimasukkan ke dalam rekening bank seperti uang biasa.

Untuk lebih menarik minat korban, penipu akan membawa korban ke lokasi gudang yang luas sekali dan dijaga oleh tentara. Di dalam gudang itu ada peti-peti besar yang saat salah satunya dibuka isinya uang polymer tersebut. Korban akan lebih meyakini bahwa ini benar-benar uang polymer yang tertahan dan tidak bisa dikeluarkan.

Transaksi kemudian akan dilakukan di tempat-tempat seperti di dekat Cendana, di depan kantor Bank Indonesia atau tempat-tempat lain yang akan semakin membuat korban percaya bahwa ini adalah transaksi yang dapat dipercaya.

Pelaku kemudian membawa masuk uang yang akan ditransaksikan dan setelah itu……uang dan pelaku menghilang meninggalkan korban yang akhirnya sadar belakangan telah menjadi korban penipuan.

Trik penipuan ini jelas mengincar kalangan pemilik dana yang cukup besar karena dana yang bergulir di dalamnya mencapai ratusan juta bahkan miliaran. Tapi kasus yang membawa-bawa masalah harta Soeharto atau harta Orde Baru juga ada yang menyangkut uang dalam jumlah yang kecil.

Kasus ini terjadi di Jember Jawa Timur (dan mungkin terjadi juga di tempat lain) di mana warga diiming-imingi pencairan harta Soeharto senilai 5,5juta untuk tiap orang yang membawa uang seribu rupiah dan fotokopi KTP. Banyak warga yang kemudian menyerahkan uang dan fotokopi KTP. Untuk lebih meyakinkan aksinya, sang penipu memperlihatkan VCD pengajian yang isinya tentang masalah pembagian harta Soeharto itu.

Uang 1000 rupiah ini sebenarnya termasuk cukup kecil tapi diperkirakan yang diincar justru bukan uangnya tapi fotokopi KTP-nya, karena kasus ini terjadi menjelang Pemilu. Diperkirakan ada pihak-pihak tertentu yang akan menggunakan fotokopi KTP tersebut untuk tujuan yang tidak baik.

Bagaimanapun juga, masyarakat dirugikan dan dibodohi.

Jadi, sekali lagi saya nyatakan: Be careful, don’t get conned…..

Pos ini dipublikasikan di Harta Soeharto, Indonesia, Penipu, Penipuan, Penipuan di Indonesia. Tandai permalink.

Satu Balasan ke PENIPUAN DI INDONESIA: KASUS HARTA SOEHARTO

  1. nuraiza berkata:

    penipuan begini, karena terlibat juga sihir, klenik, jampi , atau apa lah, sulit melepas orang yang sudah ‘percaya’.
    , sulit meyakinkan mereka. jangankan orang kekurangan dan kurang pendidikan, yang sudah sarjana dan elit juga percaya dan terikut.
    saya dukung lah blog ini, agar jangan ada lagi keluarga yang hancur, seperti yang sudah kami alami. (o ya, kalau perlu info orang dalam jaringan itu, saya mau bantu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s