PENIPUAN DI INDONESIA: KASUS HARTA SOEKARNO (Bagian 1)

PENIPUAN DI INDONESIA: KASUS HARTA SOEKARNO (Bagian 1)

Beberapa saat lalu, berita di televisi dan beberapa harian sempat dihebohkan dengan kisah tentang seorang mantan anggota TNI bernama Suwito alias Soenuso Goroyo yang mengaku memiliki ratusan keping emas lantakan, platinum, sertifikat deposito dan lain-lain peninggalan zaman Presiden RI pertama Soekarno. Ia mengaku bahwa ia mendapat wangsit untuk “mengembalikan” harta peninggalan Bung Karno ini pada masyarakat Indonesia, jadi ia mengundang wartawan, anggota Muspida bahkan Pangdam Jaya dan Kapolda (yang tidak hadir pada acara itu).

Harta yang dipamerkan tersebut berupa emas lantakan bergambar Soekarno yang di baliknya bergambar Padi dan Kapas, emas putih lantakan berlogo tapal kuda bertuliskan JM Mathey London, sertifikat deposito bertanggal 16 Agustus 1945 yang dikeluarkan oleh BPUPKI, lalu sertifikat berbahasa Inggris yang disegel dan bertuliskan “Hibah Subsitusi” kepada R. Edi Tirwata Dinata. Menurut Soenuso masih ada pula mikrofilm, 2 lembar dokumen, anak kunci boks deposit di JBS Jenewa yang mencantumkan dana sebesar 126,2 miliar dollar AS dan 63,10 miliar dollar AS.

Presiden Soekarno

Presiden Soekarno

 

Soenuso Goroyo ini mengaku bahwa yang dibutuhkannya adalah pengakuan dan semacam surat kuasa dari pemerintah untuk meneruskan pemulihan harta ini. Ia tidak menginginkan pangkat dan sebagainya dan hanya ingin agar harta bangsa Indonesia ini dapat kembali kepada bangsa Indonesia sendiri. Proses pencarian harta ini menurut Soenuso diawali dari kebiasaannya bertirakat di berbagai tempat. Ia kemudian mendapatkan petunjuk awal berupa sebuah tongkat wasiat yang diyakini adalah tongkat komando milik Presiden Soekarno. Melalui beberapa tirakat yang lain ia berhasil “mengangkat” beberapa harta benda dari daerah di Bali, Jawa Tengah dan Sumatera Selatan. Ia menambahkan bahwa untuk mengambilnya harus dengan cara gaib, Soenuso sendiri tidak boleh memilikinya tapi ia diperintah untuk menyerahkan pada negara untuk menyelamatkan bangsa.

Sertifikat Deposito

Sertifikat Deposito

 

Ternyata yang mengaku memiliki Harta Soekarno atau mengetahui cara mengambilnya bukan hanya Soenuso seorang. Tidak lama setelah kejadian ini, ada seseorang yang bernama Asmo Suwito seorang kakek berusia 97 tahun yang tinggal di daerah Kulon Progo Yogyakarta mengaku mengetahui cara mengambil harta ini.

Kakek Asmo mengaku mendapat “Hibah” 40 batang emas secara gaib. Emas batangan ini bergambar lambang VOC dilengkapi dengan surat-surat tanda keabsahan dari Union Bank of Switzerland. Ada pula yang bergambar mahkota bertuliskan VOC dan ada yang berlambang padi dan kapas dengan angka 999. Ia mendapatkannya secara gaib dengan lelaku prihatin 3 tahun lalu.

Selanjutnya Asmo dan keluarganya akan mencairkan sendiri harta tersebut ke Bank Swiss dan setelah itu harta ini akan disalurkan lewat yayasan yang akan dibentuknya. Saat masalah ini ramai mencuat, adalah seorang Hari Cahyono, seorang kolektor barang kuno yang meneliti dan membandingkan harta kakek Asmo ini dan mengambil kesimpulan bahwa emas batangan ini palsu, karena simbol-simbol yang ada berbeda dengan emas batangan zaman VOC yang asli.

Selain perorangan, sempat pula terjadi kasus di mana yang terlibat di dalamnya adalah yayasan. Tahun 2005 masyarakat di daerah Yogyakarta dan Magelang banyak yang tertipu dengan sepak terjang suatu yayasan (saya lupa namanya) yang menyatakan bahwa mereka memiliki jalur untuk pencairan harta Soekarno dan harta ini akan dibagikan pada para anggota yayasan, sementara untuk menjadi anggota yayasan harus membayar sejumlah uang tertentu. Kasus ini akhirnya terkuak dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya kini sedang dicari oleh pihak kepolisian.

Lalu kini yang menjadi pertanyaan: apakah sebenarnya harta Soekarno ini memang benar-benar ada? Siapa yang menguasainya sekarang? Saya akan bahas di bagian kedua….


Tulisan ini dipublikasikan di Harta Soekarno, Indonesia, Penipu, Penipuan, Penipuan di Indonesia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s